Atasi Permasalahan Cabai di Musim Hujan


Cabai merupakan salah satu bahan tambahan makanan yang banyak diminati. Tidak heran jika petani tertarik untuk menanam cabai. Terkadang, cabai memiliki harga yang sangat tinggi namun terkadang juga harganya rendah. Di musim hujan seperti sekarang, harga cabai naik karena banyak petani cabai yang gagal panen. Oleh sebab itu berikut permasalahan dan cara yang bisa kalian lakukan untuk mengatasi permasalahan cabai di musim hujan.

Pada musim hujan, sering kita jumpai padi dalam keadaan busuk padahal cabai belum siap panen. Hal ini disebabkan oleh bakteri, kita kenal permasalahan ini dengan istilah patek. Patek ini berasal dari bakteri yang muncul karena banyaknya kandungan nitrogen pada tumbuhan. Biasanya jika hal ini terjadi pada cabai, petani memanen cabau dengan segera atau dipanen disaat cabai sebenarnya belum siap untuk dipanen.

Cabai yang terkena patek ini biasanya dijual dengan harga yang  sangat murah. Tidak hanya dijual dengan harga murah, cabai yang terkena patek dengan parah juga akan dibuang begitu saja. Maka dari itu, sebagai petani harus sering mengecek kondisi tanaman cabai setiap hari. Patek ini bisa menular dari satu cabai ke cabai yang lain, bahkan dari satu tanaman ke tanaman lain. Untuk mengatasi hal tersebut, saat kita mendapati tanaman cabai yang terkena patek kita bisa langsung memetiknya agar paten ini tidak menularkan ke cabai yang lainnya.

Munculnya patek pada tanaman cabai disebabkan karena banyaknya junlah air dalam tanah. Padahal kita tahu bahwa cabai merupakan salah satu tanaman yang tidak membutuhkan terlalu banyak air. Untuk mengatasi hal ini, kalian bisa meninggikan bidang tanah agar tidak terendam air. Tidak hanya itu, buat jalan air di sekitar tumbuhan cabai untuk mengurangi air yang mungkin tergenang. Dengan cara seperti ini bisa mengurangi resiko patek pada tanaman cabai kalian.

Apakah tanaman cabai kalian baik-baik saja di musim hujan ini? Jangan lupa lakukan pengecekan terus menerus agar terhindar dari patek yang akan membuat kalian gagal panen.


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*