Soal dan Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 47-49 Uji Kompetensi Sistem Reproduksi pada Manusia


Junior tekno- Sistem Reproduksi pada Manusia merupakan salah satu materi yang wajib dipelajari oleh siswa Kelas 9 SMP dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA.

Materi Sistem Reproduksi pada Manusia ini terdapat dalam buku teks IPA Kelas 9 SMP Cetakan Ke-2, 2018 Edisi Revisi. Buku ini merupakan salah satu buku yang digunakan oleh guru dan siswa Kelas 9 SMP dalam pembelajaran IPA.

Buku IPA Kelas 9 SMP yang menjadi salah satu sumber belajar utama untuk digunakan pada satuan pendidikan ini ditulis oleh Siti Zubaidah, Susriyati Mahanal, Lia Yuliati, I Wayan Dasna, Ardian A. Pangestuti, Dyne R. Puspitasari, Hamim T. Mahfudhillah, Alifa Robitah, Zenia L. Kurniawati, Fatia Rosyida, dan Mar’atus Sholihah.

Selain materi tentang Sistem Reproduksi pada Manusia, dalam buku IPA Kelas 9 SMP yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kemdikbudristek ini juga terdapat berbagai soal yang harus diselesaikan oleh siswa, termasuk soal-soal yang ada di Halaman 47-49.

Berikut ini adalah Soal dan Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 47-49 Uji Kompetensi Sistem Reproduksi pada Manusia berdasarkan pembahasan Guru IPA, Sri Hartini, S.Pd.

Soal IPA Kelas 9 SMP Halaman 47-49 Uji Kompetensi Sistem Reproduksi pada Manusia

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Bagian testis yang berperan dalam produksi sperma dan hormon testosteron disebut ….

A. epididimis
B. vas deferens
C. vesikula seminalis
D. tubulus seminiferus

2. Pasangan antara bagian alat reproduksi laki-laki dan fungsinya berikut ini yang benar adalah ….

A. skrotum berfungsi sebagai pembungkus testis
B. tubulus seminiferus berfungsi sebagai saluran tempat keluarnya sperma
C. uretra berfungsi sebagai tempat pematangan sperma
D. vas deferens berfungsi sebagai tempat produksi sperma

3. Pernyataan yang benar terkait dengan jumlah kromosom spermatogonium dan spermatozoa adalah ….

A. spermatogonium bersifat diploid, spermatozoa bersifat haploid
B. spermatogonium bersifat haploid, spermatozoa bersifat diploid
C. spermatogonium bersifat diploid, spermatozoa bersifat diploid
D. spermatogonium bersifat haploid, spermatozoa bersifat haploid

4. Ovarium adalah tempat terjadinya ….

A. fertilisasi
B. implantasi
C. pematangan ovum
D. perkembangan bayi

5. Pernyataan yang benar mengenai oogenesis adalah ….

A. oogenesis dimulai sejak bayi dilahirkan
B. hasil akhir oogenesis adalah satu ovum dan tiga badan polar
C. badan polar merupakan hasil pembelahan oosit sekunder secara meiosis
D. ketika bayi perempuan lahir proses pembentukan sel telur sampai pada fase pembentukan oosit primer

6. Tahap oogenesis pada bayi perempuan yang baru lahir telah sampai pada fase ….

A. ootid
B. oogonium
C. oosit primer
D. oosit sekunder

7. Hormon yang memicu berkembangnya folikel dan penebalan dinding rahim secara berturut-turut adalah ….

A. LH dan FSH
B. LH dan estrogen
C. FSH dan progesteron
D. estrogen dan progesteron

8. Berikut ini yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi adalah….

A. janin
B. zigot
C. embrio
D. plasenta

5.

9. Proses meluruhnya sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim disebut ….

A. ovulasi
B. fertilisasi
C. implantasi
D. menstruasi

10. Perhatikan ciri penyakit berikut ini!

1. Disebabkan oleh Treponema pallidum
2. Biasanya menyerang daerah sekitar kelamin
3. Gejala awal berupa borok pada tempat masuknya bakteri

Ciri-ciri penyakit di atas dimiliki oleh orang yang menderita penyakit ….

A. sifilis
B. gonore
C. HIV/AIDS
D. herpes simplex genitalis

B. Jawablah dengan benar pertanyaan berikut!

1. Jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan!

2. Uterus atau rahim merupakan bagian dari sistem reproduksi pada mamalia. Sebutkan salah satu fungsi uterus!

3. Bagaimanakah cara penularan HIV/AIDS? Jelaskan pula cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS!

4. Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini!

5. Saat ovum mengalami pembuahan, zigot yang dihasilkan akan berkembang dan menempel pada dinding endometrium yang sudah menebal. Oleh karena itu, ketebalan endometrium harus dipertahankan selama kehamilan. Jelaskan mekanisme hormonal untuk mempertebal dan mempertahankan ketebalan dinding endometrium!

Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 47-49 Uji Kompetensi Sistem Reproduksi pada Manusia

1. Pilihan Ganda

1. D
2. C
3. A
4. C
5. B
6. D
7. C
8. B
9. D
10. A

2. Uraian

1. Menstruasi merupakan suatu keadaan keluarnya darah, cairan jaringan, lendir, dan sel-sel epitel yang menyusun dinding rahim. Prosesmenstruasi dapat terjadi karena kerja beberapa hormon.

Berikut ini paparan tentang kerja beberapa hormon dalam siklus menstruasi.

FSH yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari memicu perkembangan folikel dalam ovarium. Folikel yang berkembang akan menghasilkan hormon estrogen dan hormon progesteron.

Estrogen dan progesteron akan memicu dinding rahim untuk menebal mempersiapkan melekatnya embrio jika sel telur dibuahi. Estrogen yang dihasilkan memicu dikeluarkannya hormon LH oleh kelenjar pituitari.

Hormon LH meningkat secara mendadak dan memicu pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang (ovulasi). Setelah sel telur diovulasikan, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang diovulasikan akan bergerak menuju tuba fallopii.

Apabila tidak ada sel sperma yang membuahi, korpus luteum akan berhenti memproduksi estrogen dan progesteron. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron akan mengakibatkan rusaknya jaringan dinding rahim dan pecahnya pembuluh darah sehingga terjadilah menstruasi.

2. Fungsi uterus adalah melindungi bayi yang tumbuh. Selain itu, uterus merupakan tempat tumbuhnya embrio.

3. AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. Seseorang dapat tertular virus HIV apabila melakukan kontak dengan penderita seperti berhubungan seksual dengan orang yang memiliki HIV/AIDS atau menerima transfusi darah dari orang yang memiliki HIV/AIDS.

Intinya HIV/AIDS dapat menular apabila seseorang bersinggungan dengan cairan yang berasal dari tubuh penderita seperti air mani, darah, dan air liur. Aktivitas seperti berbicara, berjabat tangan, dan berpelukan tidak akan membuat HIV/AIDS menular.

Cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS adalah hindari hubungan seks di luar nikah, hindari penggunaan jarum suntik secara bersama atau lebih dari satu kali pemakaian, melakukan hubungan badan hanya jika sudah menikah, dan setia pada pasangan.

4.

skema proses spermatogenesis

Jumlah kromosom antara spermatosit primer dan spermatosit sekunder berbeda. Jumlah kromosom spermatosit primer adalah 2n (diploid), sedangkan jumlah kromosom spermatosit sekunder adalah n (haploid).

Berarti jumlah kromosom spermatosit sekunder setengah dari jumlah kromosom spermatosit primer. Hal ini karena pembentukan spermatosit sekunder terjadi melalui pembelahan meiosis.

Sifat sel anakan hasil pembelahan meiosis adalah memiliki kromosom yang jumlahnya separuh dari jumlah kromosom sel induk.

5. Hormon FSH (follicle stimulating hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis merangsang pertumbuhan folikel.

Folikel yang sedang tumbuh tersebut menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi merangsang pertumbuhan endometrium (penebalan dinding rahim).

Setelah terjadi ovulasi, korpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron yang akan mempertahankan ketebalan dinding endometrium yang memungkinkan terjadinya implantasi.

Setelah terjadi kehamilan dan terbentuk plasenta, plasenta ini selanjutnya akan menghasilkan HCG (human chorionic gonadotrophin) yang akan mempertahankan korpus luteum agar tidak berdegenerasi.

Demikian Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 47-49 Uji Kompetensi yang bisa dijadikan referensi saat menjawab Soal IPA Kelas 9 SMP Halaman 47-49 Uji Kompetensi Sistem Reproduksi pada Manusia.

Artikel soal dan kunci jawaban ini hanya untuk membantu siswa SMP belajar IPA. Kebenaran kunci jawaban ini tidak mutlak, sehingga tidak menutup kemungkinan ada jawaban lainnya.***


Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*